TRADISI NYALAWE

Tradisi budaya masyarakat pesisir yang menjadi simbol rasa syukur serta bagian dari kehidupan nelayan di kawasan Santolo.

Nyalawe merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat pesisir Pantai Santolo yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Tradisi ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat nelayan dan mencerminkan hubungan erat antara masyarakat pesisir dengan sumber daya alam yang ada di sekitarnya.

Tradisi Nyalawe dilakukan dengan menangkap ikan musiman yang muncul dalam jumlah besar di kawasan pantai dan muara. Salah satu hasil tangkapan yang paling dikenal adalah ikan hejo tonggong serta ikan impun atau anak ikan sidat yang biasanya muncul pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh nelayan, tetapi juga melibatkan masyarakat umum dari berbagai kalangan dan usia.

Untuk penangkapan ikan hejo tonggong, kegiatan biasanya berlangsung pada malam hari saat musim kemarau, terutama menjelang fase bulan terang. Masyarakat berkumpul di sepanjang pesisir pantai setelah salat Isya hingga menjelang subuh untuk menangkap ikan yang datang dalam jumlah melimpah. Suasana pantai menjadi ramai oleh cahaya bulan, lampu penerangan, dan api unggun yang digunakan sebagai tempat berkumpul maupun memanggang hasil tangkapan.

Sementara itu, tradisi menangkap ikan impun atau yang dikenal sebagai Nyalawean dilaksanakan setiap tanggal 25 Rajab berdasarkan kalender Hijriah. Kegiatan ini dilakukan di sepanjang aliran sungai hingga muara dengan menggunakan alat sederhana seperti ayakan atau saringan. Karena ikan impun bergerak melawan arus, masyarakat cukup menempatkan alat tangkap pada aliran air untuk memperoleh hasil tangkapan.

Selain memiliki nilai ekonomi, Tradisi Nyalawe juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan suasana gotong royong, kebersamaan, dan interaksi sosial yang kuat di antara warga pesisir. Tidak jarang tradisi ini menarik perhatian wisatawan yang ingin menyaksikan secara langsung budaya khas masyarakat Pantai Santolo. Sebagai warisan budaya lokal, Tradisi Nyalawe menjadi salah satu identitas masyarakat pesisir Garut Selatan yang masih dilestarikan hingga saat ini. Keberadaannya tidak hanya memperkaya daya tarik wisata budaya Pantai Santolo, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian tradisi yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat pesisir.

PANTAI SANTOLO

Media informasi resmi wisata bahari Pantai Santolo untuk memperkenalkan destinasi, aktivitas wisata, budaya pesisir, serta potensi masyarakat lokal.

Telp : (0262) 233529

E-mail : disparbud@garutkab.go.id

Instagram : disparbudgarut

santolo_beach

MENU

INFORMASI

KONTAK

© 2026 Pantai Santolo. All rights reserved.